Diberdayakan oleh Blogger.

LAMPARD DAN KESEDERHANAANNYA


Frank Lampard kini telah menjadi bagian masa lalu bagi Chelsea, status legenda Chelsea pun tersemat dalam dirinya. Dialah sang pencetak gol terbanyak dalam sejarah Chelsea. Total 212 gol yang dicetaknya untuk Chelsea sangatlah luar biasa mengingat posisinya sebagai seorang gelandang serang. Dari catatan rekor tersebut, Lampard berhasil mematahkan stigma bahwa tugas utama seorang gelandang hanya sebagai pengumpan untuk pemain depan. Kita semua tahu, bahwa Lampard adalah sosok yang terikat dan akan selalu terikat dengan Chelsea.

Namun bukan cerita tentang Chelsea dan lampard atau cerita tentang Lampard dan New York City yang merupakan klub Lampard setelah Chelsea yang ingin saya bahas kali ini. Melainkan tentang kesederhanaan seorang bintang. Beberapa kali saya membaca dimedia online bahwa seorang Lampard yang bergaji besar melakukan hal-hal sederhana yang layaknya dilakukan orang biasa pada umumnya.
Pada saat menikah, upacara pernikahan Lampard dan istrinya Christine diadakan di sebuah tempat yang didekorasi serba putih. Upacara sederhana tersebut hanya dihadiri oleh beberapa kalangan pesepakbola dan selebriti yang merupakan kerabat dekat kedua mempelai. Paman Lampard, Harry Redknapp dan mantan rekannya di Chelsea seperti Terry, Cech, Joe Cole dan Ivanovic tampak hadir dalam acara tersebut.
Lampard pernah tampil mengejutkan di sebuah pusat perbelanjaan di London. Ia bahkan terlihat tidak canggung berbelanja di Poundland, sebuah pusat belanja murah untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk ukuran pemain digaji jutaan pounds per musim, Lampard tentu sangat hemat dalam memilih tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Dilain kesempatan, Lampard merayakan ulang tahun istrinya Christine Bleakley yang ke-37 dengan cara yang jauh dari kata glamour. Lampard mengunggah foto momen perayaan ulang tahun istrinya di akun Instagram. "Minuman ulang tahun bersama nyonya Lampard," tulis Lampard di akun Instagram-nya.

Dalam foto itu, Lampard dan istrinya terlihat memegang gelas yang terisi minuman dengan warna berbeda. Lampard dan Bleakley terlihat memakai jaket berwarna hitam dengan latar belakang dinding bangunan sederhana. Perayaan yang sangat sederhana tentunya bagi seorang bintang lapangan hijau untuk merayakan ulang tahun orang yang dicintainya.
Suatu ketika di final Liga Champions musim 2007/08 dimana Chelsea berhadapan dengan Manchester United di Moskow. Kala itu, Chelsea yang untuk kali pertama berada di final Liga Champions harus tertinggal lebih dulu, sebelum akhirnya Frank Lampard berhasil mencetak gol untuk membuat skor menjadi 1-1. Lampard melakukan selebrasi berlari ke sudut lapangan sambil mengacungkan kedua jari telunjuk ke atas, sebuah selebrasi yang mencerminkan pribadinya yang tenang, kalem dan tak berlebihan. Lampard mempersembahkan golnya untuk mendiang ibunda tercinta yang telah berpulang lebih dulu. Aksi Lampard mengingatkan kita bahwa tak selamanya perayaan harus dirayakan dengan cara tertawa dan cara yang berlebihan.
Lampard memang dikenal memiliki sifat yang jauh dari kata arogan dan glamor. Sebuah contoh yang baik.

0 komentar:

Posting Komentar