Diberdayakan oleh Blogger.

SELAMAT JALAN, MUHAMMAD ALI

Muhammad Ali

Saya belum lahir ketika Sang legenda Muhammad Ali menjalani tahun-tahun terbaiknya sebagai seorang atlet tinju terbaik dunia. Pertama kali mendengar nama Muhammad Ali dari ayah saya saat saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, hari itu ketika kami sedang nonton siaran langsung melalui televisi pertarungan legenda tinju lainnya yakni Mike Tyson. Ayah dan paman bahkan Ibu saya kebetulan gak pernah melewatkan tiap pertandingan tinju jika itu yang bertarung adalah Mike Tyson, tak jarang keluarga saya dan beberapa tetangga nonton bareng tinju mengingat kala itu di desa tempat saya tinggal tv merupakan benda yang masih langka. Setelah itu saya semakin sering mendengar nama Muhammad Ali disebut, maupun membaca artikel tentang Muhammad Ali di majalah atau koran, cuplikan-cuplikan pertarungannya pernah juga saya lihat di televisi yang kebetulan membahas Muhammad Ali. Dan selanjutnya, melalui video-video rekaman pertandingan yang saya lihat di youtube benar-benar menunjukkan bahwa Muhammad Ali memang merupakan salahsatu yang terbaik.

Dari biography yang saya baca Muhammad Ali lahir pada pada 17 Januari 1942 di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, dengan nama Cassius Marcellus Clay, Jr. Beliau kemudian mengganti nama menjadi Muhammad Ali setelah bergabung dengan Nation of Islam dan akhirnya memeluk Islam pada tahun 1975. Sepanjang karirnya, Muhammad Ali tiga kali menjadi Juara Dunia Tinju kelas Berat. Dan pada tahun 1999, Muhammad Ali dianugerahi "Sportsman of the Century" oleh Sports Illustrated.

Ketika belum genap berusia 20 tahun, Muhammad Ali sudah memenangkan pertandingan kelas berat di Olimpiade Roma tahun 1960. Selang beberapa tahun kemudian Muhammad Ali berhasil merebut juara dunia kelas berat dari Sony Le Stone.

Tidak hanya memadukan kecepatan pukulan dan daya refleks yang luar biasa, Muhammad Ali juga memiliki ketenangan dan kecerdikan yang menakjubkan di atas ring. Ia adalah seorang petarung yang gesit dan penuh trik untuk menguasai lawan. Salah satu triknya yang terkenal adalah membuat pukulan lawan luput dengan kelincahannya sehingga sang lawan kehilangan keseimbangan. Muhammad Ali barangkali adalah petinju paling kontroversial yang pernah ada, baik di dalam maupun di luar ring. Sebagai seorang petinju kelas berat, ia boleh dibilang memiliki gaya bertinju yang tak lazim. Muhammad Ali adalah seniman di atas ring yang memperlakukan tinju layaknya seni beladiri Asia, bahkan sebagai seni pertunjukan; sebuah hiburan.

Sepanjang hidupnya, baik selagi masih aktif di atas ring maupun setelah menggantungkan sarung tinjunya, Muhammad Ali tak pernah berhenti berjuang untuk hak-hak sipil, untuk kemanusiaan. Lihat saja, bagaimana di tengah keterbatasan fisiknya akibat deraan penyakit parkinson, ia masih membantu membebaskan 14 sandera Amerika di Irak pada 1990; atau menempuh perjalanan panjang ke Afrika Selatan untuk menyambut pembebasan Nelson Mandela dari penjara; juga pergi ke Afghanistan untuk membantu perjuangan sekolah-sekolah di sana sebagai Utusan Perdamaian PBB.
Karena itulah, ia pantas menjadi idola umat manusia sejagat, kepergiaannya pun ditangisi oleh jutaan orang di seluruh penjuru dunia apapun ras, agama, dan golongan mereka. Selamat jalan Muhammad Ali.

Muhammad Ali telah menderita penyakit Parkinson selama lebih dari tiga dekade. Salah satu figur paling terkenal abad ke-20 itu, tak banyak muncul ke publik beberapa tahun terakhir. Penampilan terakhir di depan publik adalah pada April lalu saat "Celebrity Fight Night" di Arizona, acara amal yang dananya disalurkan untuk organisasi Muhammad Ali Parkinson Center.

Dan setelah 32 tahun berjuang melawan penyakit Parkinson, Muhammad Ali meninggal dunia pada usia 74 tahun. Sang legenda menutup mata di rumah sakit di Phoenix, Amerika Serikat pada Jumat, 3 Juni waktu setempat. Selamat Jalan, Muhammad Ali..


**
Sumber: detik.com

0 komentar:

Posting Komentar