Diberdayakan oleh Blogger.

CONGRATS LEO

Setelah sebelumnya sudah tercatat sebanyak empat kali masuk nominasi di ajang Oscar, penantian panjang Leo akhirnya terbayar.

Melalui aktingnya di film sebelumnya seperti Romeo & Juliet, Shutter Island, Inception, Gangs of New York, The Aviator, Blood Diamond, The Wolf of Wall Street, bahkan Titanic yang mungkin merupakan salah satu film terbaik sepanjang sejarah dan meraih 11 Academy Awards untuk berbagai kategori, Leo tak sekalipun berhasil memenangkan satu pun piala oscar untuk dibawanya pulang. Mungkin itu semua adalah cerita dari ketidakberuntungan Leo dalam karirnya. Namun kali ini, berkat perannya sebagai Hugh Glass, yang merupakan tokoh utama film berjudul The Revenant, aktor kelahiran California, 11 November 1974 itu berhasil memenangkan kategori Best Actor dan membawa pulang piala Oscar pertamanya. Setelah 25 tahun sejak pertama kali dinominasikan dalam Academy Awards, Leo akhirnya memenangkannya.

Sebelumnya, aneka guyonan beredar di internet demi mengejek kegagalan Leo meraih Oscar selama karirnya di dunia peran. Guyonan yang paling kocak namun “dalem” menurut saya adalah yang satu ini yang mungkin ditujukan oleh fans kepada para juri ajang oscar yang dinilai kurang peka pada totalitas dan kualitas peran yang ditunjukkan Leo dihampir setiap filmnya:

“Leonardo DiCaprio ditakdirkan tidak akan menang Oscar sepanjang hidupnya. Kemudian 40 tahun mendatang, akan ada yang memerankan sosoknya dalam film biografi membahas kisah tragis Leo, lalu meraih Oscar untuk kategori aktor terbaik.”

Menurut saya pribadi, sebelum meraih piala oscarpun Leonardo DiCaprio tetaplah seorang aktor yang sukses, namun bagi mereka yang menganggap penghargaan yang diraihnya beberapa hari yang lalu tersebut merupakan simbol dari kesuksesannya, mari sejenak kita flashback melihat karir, perjuangan, totalitas serta kerja keras dari seorang aktor profesional yang mungkin kita bisa ambil teladan darinya.

Leo mulai dikenal melalui sosok Toby pada film This boy’s life pada tahun 1993. Selepas film This boy’s life, ia kembali bermain dalam What’s Eating Gilbert Grape. Pada tahun tersebut ia dinominasikan sebagai ‘Best Actor in a Supporting Role’ pada ajang Academy Awards meskipun ia akhirnya gagal menang diajang tersebut. Selanjutnya Titanic, anda yang lahir tahun 70an, 80an, bahkan 90an mungkin sudah berkali kali nonton film legendaris yang satu ini, dan saya yakin anda belum bosan menontonnya. Titanic merupakan salahsatu film tersukses secara finansial sepanjang sejarah, selain itu film yang mempertemukan Leo dengan aktris cantik nan aduhai bernama Kate Winslet ini juga meraih 11 Academy Awards untuk berbagai kategori. Namun sayangnya Leo tidak termasuk dalam satupun dari 11 Awards tersebut. Selepas itu kualitas akting seorang Leo terus meningkat dan semakin matang. Peran-peran yang ia mainkan berikutnya selalu luar biasa jika yang dibahas adalah kualitas. Romeo & Juliet juga merupakan salah satu film yang menunjukkan kualitas Leo. ‘Catch Me If You Can’ memerankan seorang penipu ulung bernama Frank juga merupakan salah satu halaman cerita dalam perjalanan karir Leo. Selanjutnya memerankan karakter Howard Hughes seorang sutradara sekaligus seorang pengusaha kaya raya dalam film ‘The Aviator’ yang kemudian membuatnya mendapat nominasi Oscar ‘Best Performance by an Actor in a Leading Role’, nominasinya yang kedua setelah menunggu 11 tahun. Namun pada kesempatan ini Leo lagi-lagi gagal memboyong penghargaan dimana ia berkompetisi.

Kegagalan meraih oscar itu justru menjadi cambuk baginya untuk tetap berkarya dengan luar biasa, paling tidak itu dibuktikannya dalam film ‘Blood Diamond’ dimana ia sukses memerankan Danny Archer, seorang penyelundup berlian. Pun demikian ketika Leo berperan sebagai Jordan Belfort di film ‘The Wolf of Wall Street’. Sebuah film yang menggagalkan usaha ketiganya dalam mendapatkan penghargaan ‘Best Performance by an Actor in a Leading Role’.

Dan akhirnya, apa yang diidamkan seorang pemeran seni khususnya aktor/aktris, sutradara atau apapun itu yang berkaitan dengan perfilman yakni penghargaan sebagai yang terbaik pun Leo dapatkan. Adalah The Revenant, dimana ia berperan sebagai Hugh Glass adalah jalan yang harus ia tapaki untuk mengantarkannya pada sebuah penghargaan bernama ‘Best Performance by an Actor in a Leading Role’. Ya, penantian panjang Leo akhirnya berbuah manis setelah berkali-kali gagal memenangkan Oscar.

Perjalanan panjang Leo dalam karirnya mengandung arti tentang perjuangan, semangat pantang menyerah, totalitas dan kerja keras, sungguh sebuah inspirasi bagi kita untuk meneladaninya.

Sebenarnya, tanpa memenangi oscar pun kita tahu kualitas dan totalitas seorang Leonardo di Caprio dalam berakting, dan dunia mengakui itu. Piala oscar hanya semacam penyempurna karir seorang bintang seperti dia.

Sekali lagi, Congratulations, Leo.

0 komentar:

Posting Komentar