Diberdayakan oleh Blogger.

Yuk Dukung Diet Kantong Plastik


Kebijakan pemerintah yang menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar akhir-akhir ini turut mengundang perhatian saya. Kebijakan pemerintah ini, menimbulkan pro dan kontra. Ada yang setuju, ada juga yang tidak setuju. Terhitung sejak 21 Februari lalu,  pemerintah memberlakukan kebijakan baru. Melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta berdasarkan Surat Edaran tentang Langkah Antisipasi Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar pada Usaha Ritel Modern, pemerintah secara resmi menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar di pasar-pasar modern di Indonesia.

Sebagai masyarakat saya juga punya pendapat tersendiri terkait hal ini. Saya pribadi sih sangat mendukung adanya kebijakan pemerintah mengingat susahnya mengurai limbah plastik. Mengingat plastik adalah material yang sulit untuk diurai oleh tanah. Butuh waktu bertahun-tahun lamanya untuk melebur material ini secara tuntas.

Selain itu beberapa dampak negatif dari kantong plastik diantaranya adalah pembakarannya dapat menimbulkan zat-zat beracun dan berbahaya, mengotori lingkungan dan mengotori air, serta bahan baku untuk memproduksi kantong plastik adalah dari bahan kimia dan energi tidak terbarukan, termasuk minyak bumi yang lebih baik digunakan untuk keperluan dasar lainnya yang lebih penting.

Disamping itu, negara kita juga termasuk salah satu negara dengan jumlah penggunaan plastik terbesar di dunia. Hal ini disebabkan oleh angka populasi penduduk yang tinggi. Jumlah penduduk yang tinggi disertai dengan perilaku konsumtif masyarakatnya menjadi faktor yang menyebabkan pemakaian plastik di Indonesia menjadi sangat tinggi. Saat ini jumlah timbunan sampah kantong plastik terus meningkat signifikan.

Kini, setiap penggunaan sebuah kantong plastik akan dikenakan biaya Rp 200, seperti yang sudah berlaku di pasar modern di kota kecil tempat saya tinggal. Cara ini diharapkan bisa membuat masyarakat lebih bijak memakai kantong plastik dan lebih memilih membawa kantong belanja sendiri. Kebijakan ini tentu merupakan langkah nyata dari pemerintah yang mencanangkan Indonesia yang lebih bersih dimasa yang akan datang. Ini mungkin bisa dikatakan langkah awal, karena pasar tradisional yang juga banyak menggunakan kantong plastik yang dinilai lebih berbahaya, justru belum diterapkan seperti pada pasar modern. Mungkin itu masuk kedalam rencana selanjutnya dari Pemerintah untuk menekan penggunaan plastik.

Namun, penerapan penggunaan kantong plastik ini tentunya tidak hanya ditujukan kepada masyarakat sebagai konsumen, melainkan juga harus diterapkan pada perusahaan-perusahaan yang melakukan impor dan memproduksi barang yang juga menggunakan plastik itu sendiri.
                   
Uang hasil penjualan plastik tersebut tentunya juga harus digunakan untuk kegiatan sosial yang berkaitan dengan kampanye diet kantong plastik ataupun digunakan sebagai dana untuk mengembangkan program pengelolaan sampah yang lebih baik misalnya, menambah jumlah truk sampah, membuat program edukasi tentang sampah plastik dan lain sebagainya.
         
Diharapkan, melalui program diet kantong plastik yang memberlakukan plastik berbayar ini, masyarakat lebih memilih menggunakan kantong belanja pakai ulang ketimbang menggunakan kantong plastik dengan harapan penggunaan kantong plastik terus berkurang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk lebih bijak menggunakan kantong plastik.

Keputusan pemerintah ini memang menuai pro dan kontra tapi tentu saja tujuan akhirnya adalah mengurangi volume penggunaan plastik. Oleh karena itu, agar sampah plastik tidak terus menggunung, dibutuhkan peranan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kita untuk ikut mengurangi penggunaan kantong plastik.


**
Dikutip dari berbagai sumber
Gambar: dietkantongplastik.info

0 komentar:

Posting Komentar