Diberdayakan oleh Blogger.

PILIH KAWE ATAU ORI?


Kita sebagai penikmat sepakbola adalah salah satu konsumen paling setia yang pernah ada. Sepakbola dan segala sesuatunya tidak pernah menawarkan diri, kita yang senang hati membeli dan mengkonsumsi semua produk yang dihasilkannya. Tiket pertandingan, berita, syal, jaket, topi, poster, t-shirt, jersey, beberapa produk sepakbola yang tentunya sudah pernah bahkan mungkin selalu anda konsumsi. Bagi para penggila bola memiliki jersey tim kesayangan tentu merupakan kepuasan tersendiri. Namun bagi suatu golongan, memiliki banyak jersey bukanlah segalanya untuk membuktikan bahwa dia “mencintai” klub tetentu, cukup dua atau tiga lembar koleksi dilemari sudah cukup mewakili tanda cinta tersebut. Dan bagi sebagian golongan lainnya mungkin menganggap fans sejati itu harus memiliki banyak pernak pernik, jersey atau apapun itu yang berkaitan dengan tim yang mereke “cintai”. Tidak sedikit dari mereka bahkan rela memasukkannya sebagai pengeluaran wajib bulanan, untuk dapat membeli merchandise atau segala sesuatu tentang klub tersebut di outlet resmi apparel yang mensponsori klub pujaan mereka, opsi yang lain mereka mungkin memilih berbelanja online di official klub store atau website yang menjual benda terkait.

Diatara dua golongan tersebut, saya mungkin berada diantaranya. Jika itu dilihat dari sesuatu hal yang berkaitan dengan Chelsea. Saya bukanlah termasuk kedalam golongan fans yang tanpa koleksi, bukan juga termasuk kedalam golongan fans yang mempunyai banyak benda yang berkaitan dengan Chelsea. Puluhan lembar Jersey tersusun rapi di lemari kamar, tidak semua musim saya miliki. Pertimbangan saya sebelum membelinya yang pertama adalah design dari jersey tersebut, jika design nya bagus saya akan berusaha memperjuangkannya, namun jika designnya biasa aja sih saya memilih lebih kalem untuk tidak memikirkannya sebelum tidur. Saya memang gemar mengoleksi jersey, namun untuk disebut kolektor tentu sangatlah masih belum pantas. Karena kolektor diluar sana memiliki ratusan jersey kesayangan yang mereka simpan dengan rapi dalam dua atau tiga buah lemari khusus jersey.

Berbicara tentang jersey tentu akan berkaitan dengan keaslian jersey tersebut. Bagi golongan tertentu fans sejati tentu tidak membeli jersey tiruan untuk tim yang dibanggakannya, namun golongan yang lain tentu beranggapan jersey KW pun sudah cukup sebagai bukti kecintaannya. Hal yang sejauh ini masih jadi perdebatan. Bahasan tentang jersey ori dan jersey kw seringkali menimbulkan perdebatan.

Si pemakai jersey ori menyampaikan alasan mereka kenapa memilih ori, masuk akal, bisa diterima, tapi tidak oleh mereka yang memakai jersey kw. Begitupun sebaliknya, yang memakai jersey kw biasanya mengemukakan alasan yang masuk akal, bisa diterima, tapi tidak oleh mereka yang memakai jersey ori. Dan kembali, saya berada diantara dua golongan tersebut. Mengapa demikian? Setidaknya itu bisa dilihat dari koleksi jersey saya yang merupakan kolaborasi antara yang ori dan yang tiruan. Terserah jika ada yang ingin bilang bahwa saya adalah fans abal-abal, fans jadi-jadian atau semacamnya. Namun, alasannya yang saya berikan entah bisa diterima atau tidak, jelas sangatlah logis. Harga yang fantastis adalah alasan utama mengapa tidak semua jersey peghuni almari saya tidak berasal dari pabrik resmi sebuah apparel olahraga. Ya tentu harga tersebut akan menjadi fantastis untuk seorang berpenghasilan pas-pas an seperti saya.

Jersey itu seperti sesuatu yang mengandung candu, yang bikin ketagihan. Setidaknya itulah pengalaman saya dalam beberapa tahun terakhir sejak pertama membeli jersey, entah itu KW ataupun ori. Setelah membeli yang ini, pengen beli lagi yang itu, setelah yang itu pengen lagi yang satunya lagi, begitu seterusnya. Ya mungkin karena itu memang sifat yang manusiawi, tak pernah puas. Saya rela menyisihkan sedikit demi sedikit uang jajan saya, mengganti menu makanan menjadi yang lebih ekonomis, mengganti menu minuman jus menjadi es teh, es teh menjadi segelas air putih, menghemat pengeluaran disisi yang lain agar mengumpulkan sedikit demi sedikit rupiah untuk kemudian menukarkan nya dengan sebuah jersey yang biasanya sudah saya incar beberapa bulan sebelumnya. Ada kepuasan tersendiri memang setelah melihat jersey yang saya incar itu kini tiba-tiba sudah berada bersama rekannya yang lain yang sudah lebih dulu nunggu di dalam lemari.

Rasa puas maksimal akan terasa kala jersey original mampu kebeli dengan perjuangan sekian bulan menabung. Memang benar-benar beda rasanya ketika membeli jersey KW. Ada kepuasan sendiri deh pokoknya. Namun bukan berarti bisa membeli yang KW saya tak bersyukur, meskipun tidak sepuas saat memiliki sebuah jersey yang asli, pembelian jersey KW pun tetap saya syukuri karena itulah barang yang mampu saya beli saat itu.

Berbicara Ori dan KW, akan membawa kita kepada satu pertanyaan sebenarnya perlu ga sih beli jersey yang ori? Tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini. Sampai kapanpun akan tetap muncul jawaban “ya” dan “yes”, eh maaf maksud saya “ya” dan “tidak”. Semua kembali lagi ke personal masing-masing, kita sendiri yang menentukan mau jadi konsumen yang seperti apa di industri sepakbola yang memang sudah saling berkaitan dengan bisnis ini.

Lagian jersey/atribut apapun dari sebuah klub bukanlah patokan atau tolok ukur besarnya rasa cinta seorang fans kepada klub yang didukungnya. Tapi fans sejati tentu akan senantiasa men-support semua yang bisa dilakuin untuk klub yang didukungnya. Meskipun itu dengan memperkaya klub yang didukungnya, dengan membeli tiket pertandingan, atau membeli jersey dan atribut resmi klub.

0 komentar:

Posting Komentar