Diberdayakan oleh Blogger.

Sedekah gak buat Kamu Miskin


Ketika sholat Jumat di masjid, lalu didepan kita diedarkan kotak amal untuk diisi infaq seikhlasnya, kita segera mendorongnya ke jamaah sebelahnya. Bukanlah hal baru jika orang yang tampak tidak mengisi kotak tersebut jumlahnya lebih banyak ketimbang yang mengisinya. Banyak orang yang merasa sayang untuk mengeluarkan sedekah kepada fakir miskin, anak yatim, badan amal, dan sebagainya, saya mungkin salah satu dari mereka.

Saat kita melihat seorang pengemis, terkadang kita merasa berat untuk sekedar membagikan sedikit rejeki yang kita miliki. Bahkan tak jarang kita melambaikan tangan kearah si pengemis sebagai tanda maaf karena tak memberikannya sepeserpun rupiah. Namun jika kita membagikan sedikit rejeki dengan ikhlas, yang sedikit itu tentu akan sangat berarti bagi mereka.

Namun sayang nya dijaman sekarang ini, ada saja oknum yang memanfaatkan ketulusan hati orang yang ingin bersedekah. Oknum tersebut bersandiwara sebagai fakir miskin yang meminta-minta, tidak sedikit dari mereka menjadikan itu sebagai sumber penghasilan utama. Dan faktanya tidak sedikit dari mereka ternyata jumlah kekayaan yang fantastis dengan mengharap belas kasih orang lain.

Sedikit cerita terkait hal tersebut, suatu hari ketika istri saya ingin membeli kain di salahsatu toko kain di Pasar. Ketika itu ada juga pelanggan lain yang sedang coba menawar kain yang ingin dia beli kepada sang penjual, sementara istri saya masih mencari-cari kain yang cocok yang belum juga ketemu. Beberapa saat kemudian ada seorang pengemis dengan baju compang camping menghampiri sang pemilik toko dan meminta minta dengan menyodorkan plastik kecil sebagai tempat uang. Dan ternyata ibu yang sedang menawar kain tadi ternyata mengenali sang pengemis itu seraya berkata “Ini kan ibu yang satu pesawat sama saya dari Surabaya kemarin”. Tanpa basa basi dengan wajah malu si pengemis tadi segera bergegas meninggalkan toko tersebut. Ibu pembeli tadi kemudian bercerita kepada pemilik toko dan istri saya bahwa pengemis tadi memang satu pesawat dengan dia dan duduknya pun tidak berjauhan, sehingga dia dapat mengingat wajah si pengemis dengan baik, terlebih lagi itu kejadian 1-2 hari yang lalu.

Jika dipikir tentu bukanlah seorang yang pantas dianggap fakir miskin sehingga dia harus meminta minta dan mengharapkan belas kasihan orang lain jika orang tersebut mampu membeli tiket pesawat yang harga nya tentu tidaklah murah. Namun mari kita berfikir positif saja bahwa niat utama kita adalah ingin bersedekah dengan niat yang tulus ingin membantu, terlepas dari apakah yang menerima sedekah justru lebih mampu dari kita yang memberikannya.

Untuk kita ketahui bersama, bahwa bersedekah tidak akan membuat kita jatuh miskin. Ya, saya sendiri belum pernah mendengar ada orang yang jatuh miskin karena bersedekah. Allah sudah menjanjikan untuk mengganti sedekah yang kita keluarkan dijalan Allah. Jika sedekah itu tidak diganti secara langsung saat itu juga, mungkin nanti suatu hari. Jika tidak dalam bentuk uang, bisa jadi dalam bentuk yang lain. Jika balasan itu tidak di dunia, mungkin di akhirat. Rejeki itu tak semata-mata dalam bentuk uang, harta dan kekayaan. Kesehatan, pekerjaan, anak, keluarga, sahabat, juga merupakan rejeki dari Allah yang sudah seharusnya kita selalu syukuri.

Allah telah berfirman,
“…Dan janganlah kamu takut kepada kemiskinan karena membelanjakan harta di jalan Allah.” (QS. Al-Baqarah 2:245)

“Dan belanjakanlah (infak-sedekah) sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu.” (QS. Al-Munafiqun [63]:10).

Salah satu ibadah yang dianjurkan Allah SWT adalah bersedekah. Bersedekah dengan hati yang ikhlas, berapapun besarnya. Dan, bersedakah hendaknya dilakukan atas dasar rasa syukur atas nikmat dan rejeki yang telah Allah berikan, bukan semata-mata atas dasar niat agar sedekah yang kita keluarkan akan segera diganti berkali lipat oleh Allah apalagi mengharap pujian dari orang lain.

Tak dipungkiri, menganjurkan orang lain untuk bersedekah adalah perbuatan mulia. Namun, mengeluarkan sedekah dari dompet sendiri tentu lebih mulia, bukan hanya sebatas anjuran dan kata-kata saja.

Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang membelanjakan rejeki kita untuk kebaikan dan semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang gemar bersedekah. Aamiin...


**
Dikutip dari berbagai sumber

0 komentar:

Posting Komentar